Nama               : Anisa Rahma

NRP                : B04100014

Laskar              : 29

Kobar semangatnya begitu besar, dibalik kesehariannya di sekolah yang biasa-biasa saja, ternyata ia tidaklah sama dengan kami semua. Setiap harinya ia selalu terlihat ceria, seolah-olah ia sama dengan kita semua, tetap punya waktu untuk bersendagurau dan bermain bersama teman-temannya. Baru kemudian aku sadari, kalau dia kerja sambilan untuk bersekolah, karena keuangan keluarganya yang kurang mendukung.

Awalnya ia tinggal di rumah seorang guru, beliau membayarkan uang sekolahnya dan juga memberinya uang jajan. Selama satu tahun ia tinggal di sana, membantu pekerjaan-pekerjaan rumah guru tersebut. Namun akhirnya ia keluar dari rumah itu, entah apa sebabnya, padahal penghuni rumah itu sangat baik padanya, menganggap ia seperti keluarganya sendiri. Ketika ditanya ia menjawab, kalau ia ingin belajar lebih mandiri lagi.

Tahun kedua ia tinggal di musholla SMA, siang hari ia belajar di sekolah, sore harinya saat pelajaran usai ia langsung bergegas mengganti bajunya ke musholla dan pergi bekerja, kerja apapun ia lakukan selama hal itu halal, bahkan musholla menjadi bersih itu berkat bantuannya juga. Belajar sambil kerja, seharusnya hal itu tentu berpengaruh buruk terhadap prestasi belajar seseorang, namun tidak untuk temanku, meski harus bekerja paroh waktu namun dia tetap bisa mempertahankan prestasi belajarnya, belum lagi dia juga aktif dalam setiap organisasi dan kegiatan di sekolah.

Semua hal di atas belum seberapa, sesuatu yang membuatku semakin kagum padanya ialah karena ia selalu berusaha sebisa mungkin untuk membantu teman-temannya. Suatu hari…saat itu guru kami ada yang tidak masuk, lalu kami di beri tugas yang harus dikumpul begitu jam keluar main, belum lagi setelah keluar main akan ada ulangan. Namun temanku ini bukannya mengerjakan tugasnya, tapi malah mengerjakan tugas orang lain, ketika aku tanya ia menjawab “aku harus menyelesaikannya karena aku sudah berjanji pada orang ini, dan hari ini tugasnya ini harus di kumpulkan, aku tak bisa begitu saja melepaskan tanggung jawabku, kalau seseorang meminta bantuan padaku maka sebisa mungkin aku harus membantunya”. Untunglah tugas tersebut segera selesai, ia pun mengantarkan pada pemiliknya, setelah itu ia baru mengerjakan tugas yang tadi di berikan guru kepada kami.

Aku pun semakin tersadar, betapa tertinggalnya aku dari dia. Mengapa dia yang sekolah sambil kerja bisa melakukan hal semacam itu? Aku punn mulai memacu semangat ku, akhirnya semester itu aku berhasil merebut rengking satu dari sang juara bertahan, ya walau pun hanya satu kali namun setidaknya aku berhasil merebutnya. Terimakasih atas semangatmu temanku, semangatmu itu memberi inspirasi bagiku, temanku Rizky Adam.

Rizky sangat ingin kuliah di teknik pertambangan dan teknik mesin, akhirnya ia lulus PMDK di teknik mesin. Semangatnya begitu besar sehingga tertular ke teman-temannya.

Nama               : Anisa Rahma

NRP                : B04100014

Laskar              : 29

Waktu masih kecil aku dirawat oleh nenekku, kedua orang tuaku harus pergi ke daerah terpencil untuk bekerja sebagai guru SD, awalnya ku sangat sering menangis, karena begitu sedih rasanya di tinggal sendiri, sementara anak-anak lain yang seusia denganku setiap sore dapat bersenda gurau dengan orang tuanya. Namun hal itulah yang pada akhirnya membuat aku jadi lebih kuat. Aku menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk rajin belajar. Aku berusaha sebisa mungkin untuk jadi yang terbaik di sekolah. Alhamdulillah aku berhasil mendapat rengking satu di kelas.

Suatu kali aku ceroboh, aku begitu lengah sehigga peringkat ku turun menjadi rangking dua, dan yang lebih menyedihkan lagi, setelah itu di adakan pemilihan murid teladan, karena aku hanya rengking dua, maka aku tidak berhak untuk ikut dalam penyeleksian itu, yang di utus untuk mengikuti penyeleksian itu dari sekolah adalah temanku. Bertepatan dengan acara penyeleksian temanku tadi sakit, sehingga aku dipilih untuk menggantikannya. Akupun gagal saat pertandingan.

Beberapa hari setelah itu ada pengumuman, kalau tidak lama lagi akan ada olimpiade sains dan lomba mata pelajaran, wali kelasku bercerita kalau dahulu sekolah kita pernah menang  lomba mata pelajaran juara tiga di propinsi, dan beliau harap ada salah seorang dari kita yang bisa mencapainya kembali. Aku memilih untuk ikut matematika dan temanku yang juara satu tadi memilih IPA…penyeleksian pertama yaitu tingkat rayon, alhamdulillah aku lolos, aku satu-satunya yang lolos darisekolah kami. Lalu bu Syahlidar menyuruhku belajar lebih giat lagi untuk tingkat kecamatan, kalau jam keluar main aku hanya makan sebentar ke belakan lalu aku ke kantor untuk mengerjakan soal-soal, sementara teman-teman yang lain bermain. Pengorabananku itu tidak sia-sia, aku menang lagi dan akupun sekarang harus lebih giat lagi, setiap hari disekolah kalau jam keluar main aku bukannya main tapi malah menjawab soal matematika, bahkan kekadang kepala sekolahku mengadakan cerdas cermat yang pesertanya aku melawan juara 1 dan 2 dari kelas enam. Kalau sore harinya aku pergi ke rumah bu Syahlidar dengan mengayuh sepeda, jaraknya kira-kira 2 kilometer lebih dari rumahku, dan pagi harinya jam setengah enam aku mengayuh sepeda pulang ke rumah.

Tibalah saatnya, akupun bisa memenangkan pertandingan tersebut dan melanjutkan ke kabupaten, karenanya aku harus belajar semakin giat, aku sekarang tidak hanya belajar di sekolahku saja, tapi aku di suruh belajar ke sekolah lain, setiap pagi aku datang dulu ke sekolah ku untuk melapor lalu berangkat ke sekolah tetangga yang cukup jauh dan jalannya mendaki, aku berangkat dengan sepeda. Aku belajar disana sampai jam 12, waktu zuhur aku kembali ke sekolahku dan mengikuti pelajaran di kelas.

Allah memang tidak akan menyia-nyiakan umatnya, aku menang lagi, namun sayangnya untuk pergi ketingkat provinsi waktunya tinggal tiga hari lagi karena kita telat mendengar pengumuman. Dalam waktu yang tersisa aku berusaha makin keras. Akhirnya aku berhasil mendapat rengking tiga di provinsi untuk olimpiade matematika dan rengking dua untuk lomba mata pelajaran.

Namun hal yang benar-benar bermakna dari semua itu bukanlah kemenangannya, namun prosesnya aku belajar pagi, siang setiap malam aku bangun untuk sholat tahajut lalu belajar lagi, dalam sehari aku mungkin hanya tidur 4 jam, paling banyak 5 jam. Tapi itu berkat semua itu aku semakin yakin kalau kita berusaha dan meminta pada Allah maka tidak ada yang tak mungkin.

Kadang kala kita baru menyadari sesuatu itu berarti saat dia telah pegi. waktu adalah sesuatu yang sangat berharga karena waktu takkan pernah kembai.

rahma
February 2016
S M T W T F S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
2829  
anisa
IPB Badge